Saat ini di Indonesia pengendara motor mencapai angka 140,9 juta unit motor dari total 168,27 juta unit kendaraan bermotor, berdasarkan data Korlantas POLRI RI 2025. Menjadikannya kendaraan paling dominan dengan proporsi sekitar 83,7% di Indonesia sebagai kendaraan nomor satu yang digunakan. Bila kita melihat kondisi jalanan Indonesia yang tidak rata, dan masih bermasalah tentu bagi pengguna jam tangan hal ini menjadi kekhawatiran cukup serius. Saat ini, jam tangan motor menjadi gaya hidup yang berfungsi untuk mempermudah mobilitas menjadi efektif dan efisien.
Pertanyaannya apakah kondisi jalanan ini aman dilewati saat mengenakan jam tangan ? Artikel ini membahas apakah jam tangan bisa rusak karena getaran saat berkendara motor? Tentu hal ini tidak bisa dipastikan, tetapi faktor lain seperti kondisi jam tangan yang kurang prima, bisa menjadi sebab kerusakan jam tangan anda saat mengendarai motor. Kami akan membahas beberapa informasi penting agar anda berhati-hati dalam berkendara motor ketika mengenakan jam tangan Anda.
Mengapa Jam Tangan Dibilang Rentan Rusak Bila Sering Digunakan saat Berkendara Motor?

Benarkah jam tangan akan cepat rusak bila jam tangan sering digunakan saat berkendara motor ? tentu ini bisa menjadi hal yang tidak bisa dibilang demikian. Karena faktanya jam tangan dengan brand terkenal seperti Rolex dan Seiko memiliki movement yang bisa mengatasi berbagai jenis getaran. Selain itu, penggunaan jam tangan sangan disarankan untuk kegiatan sehari-hari termasuk aktifitas naik motor.
Dengan demikian penggunaan jam tangan saat mengendarai motor tidak harus dihindari secara mutlak. Getaran normal dari motor pada umumnya, tidak cukup untuk merusak movement jam tangan automatic. Namun, bila kita melihat data kondisi jalan umum di Indonesia hampir 52% rusak berdasarkan data tahun 2023. Hal ini yang menjadi salah satu faktor mengapa di Indonesia menggunakan jam tangan automatic saat berkendara motor ketika jalanan tidak rata dapat beresiko.
Selain itu, faktor lain yang bisa merusak jam tangan anda saat berkendara adalah debu polusi, keringat serta hujan saat berkendara motor. Efek getaran motor pada jam tangan tidak akan berdampak bila jam tangan dalam keadaan baik. Bila jam tangan anda memiliki permasalahan dan digunakan saat berkendara maka tidak akan lama kerusakan dapat terjadi.
Memakai Jam Automatic Saat Berkendara

Mengendarai motor tentu memiliki berbagai kondisi yang bisa beresiko mempengaruhi kinerja jam tangan anda, apalagi bila jam tangan yang anda gunakan jam tangan automatic. Jam automatic modern sudah dilengkapi sistem shock absorber seperti Incabloc atau Parashock yang berfungsi melindungi komponen movement dari getaran dan hentakan ringan. Teknologi ini membantu menjaga stabilitas balance wheel dan gear sehingga jam tetap bekerja normal meski digunakan untuk aktivitas harian, termasuk naik motor di kecepatan rendah hingga sedang.
Selain itu, merek-merek besar memang merancang movement mereka untuk menghadapi kondisi pemakaian sehari-hari. Produsen seperti Seiko, Omega, hingga Rolex memastikan jam mampu bertahan terhadap vibrasi wajar, perubahan suhu, dan gerakan tangan yang aktif. Inilah sebabnya banyak jam automatic tetap akurat meski digunakan secara rutin di luar ruangan.
Namun, risiko tetap bisa muncul jika jam sudah lama tidak diservis. Komponen yang aus, gasket yang melemah, atau pelumas yang mengering membuat shock absorber tidak bekerja optimal lagi. Dalam kondisi seperti ini, getaran motor atau benturan kecil di jalan bisa mempercepat kerusakan. Karena itu, servis berkala menjadi kunci untuk menjaga jam automatic tetap aman dan presisi sepanjang pemakaian.
Faktor yang Membuat Jam Tangan Lebih Mudah Rusak

Salah satu penyebab utama kerusakan jam karena motor adalah gasket yang mulai melemah. Saat gasket tidak lagi rapat, debu halus dan air dari hujan atau keringat bisa masuk ke dalam case, merusak movement secara perlahan. Kondisi ini sering tidak disadari pengguna, terutama jika jam sering dipakai berkendara di jalanan terbuka yang penuh debu atau terkena percikan air.
Selain gasket, posisi crown yang tidak tertutup rapat juga menjadi risiko besar. Crown yang sedikit terbuka memungkinkan udara lembap dan partikel kecil masuk ke dalam jam, yang kemudian dapat memicu karat atau membuat pelumas mengering lebih cepat. Ketika vibrasi motor jam automatic terjadi terus-menerus saat riding, masalah kecil seperti crown longgar bisa berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
Rotor automatic juga berpotensi berputar tidak stabil ketika jam menerima benturan dari jalan yang kasar. Ditambah dengan strap yang longgar, jam dapat menghantam tulang pergelangan tangan setiap kali melewati lubang sehingga memperparah vibrasi. Kombinasi getaran kuat, rotor yang tidak seimbang, dan strap yang tidak kencang membuat jam lebih rentan mengalami penyimpangan akurasi atau kerusakan komponen internal lainnya.
Tanda-Tanda Jam Tangan Rusak Karena Getaran Motor

Salah satu tanda awal jam terkena efek getaran motor adalah akurasi yang mulai melenceng, baik menjadi lebih cepat maupun lebih lambat dari biasanya. Perubahan akurasi ini muncul karena komponen internal, seperti balance wheel atau gear train, menerima micro-shock berulang. Selain itu, jarum jam yang tidak stabil, tersendat, atau bahkan macet juga dapat menandakan bahwa movement tidak lagi bekerja dengan sempurna akibat benturan saat riding di jalan yang tidak rata.
Tanda berikutnya yang sering muncul adalah rotor automatic yang berbunyi kasar. Suara ini biasanya timbul karena rotor tidak lagi berputar dengan mulus atau mengalami gesekan akibat pelumas yang mulai mengering. Kondisi ini bisa semakin parah jika jam terkena vibrasi terus-menerus saat berkendara. Selain rotor, munculnya embun di dalam kaca jam juga menjadi peringatan penting. Embun menandakan adanya celah pada gasket atau crown sehingga udara lembap masuk, yang pada akhirnya bisa merusak movement.
Untuk menghindari kerusakan tersebut, penting memilih jenis jam yang lebih aman dipakai ketika naik motor. Jam sports atau digital biasanya menjadi pilihan paling aman karena desainnya yang tahan benturan dan tidak memiliki komponen mekanis sensitif. Jam-jam ini juga umumnya telah dilengkapi fitur shock resistance sehingga getaran motor tidak mudah mempengaruhi fungsinya.
Alternatif lainnya adalah jam quartz yang memiliki shock protection baik. Karena menggunakan mesin berbasis baterai, komponen di dalamnya jauh lebih sedikit dibandingkan jam automatic sehingga lebih tahan terhadap vibrasi. Sebaliknya, jam automatic mewah sebaiknya dihindari untuk touring atau perjalanan dengan jalan ekstrem. Movement yang presisi dan sensitif pada jam otomatis mewah membuatnya lebih rentan terkena dampak getaran keras dan micro-shock berkepanjangan saat berkendara.
Tips Aman Menggunakan Jam Tangan Saat Naik Motor

Salah satu cara merawat jam tangan motor adalah memilih strap yang tepat. Strap rubber atau silicone lebih tahan terhadap getaran dan keringat sehingga membantu menjaga stabilitas jam selama berkendara. Bahan ini juga lebih aman dibanding metal bracelet yang cenderung menyalurkan vibrasi langsung ke case. Dengan strap yang sesuai, jam tidak mudah terhentak dan risikonya jauh lebih kecil.
Jika Anda memakai jam automatic, hindari melewati jalan yang sangat rusak karena vibrasi berlebihan dapat mengganggu keseimbangan movement. Untuk touring jauh atau perjalanan dengan durasi panjang, sebaiknya lepaskan jam agar komponen tidak menerima micro shock terus-menerus. Jam automatic memiliki rotor dan balance wheel yang sensitif, sehingga perlindungan ekstra sangat diperlukan saat berkendara di medan berat.
Perawatan berikutnya adalah melakukan servis rutin setiap 2–3 tahun untuk memastikan gasket tetap rapat dan pelumasan movement terjaga. Selalu cek apakah crown tertutup rapat sebelum mengendarai motor agar air, keringat, atau debu tidak masuk ke dalam mesin jam. Dengan kebiasaan sederhana ini, jam tetap akurat, bersih, dan lebih awet meskipun sering dipakai berkendara.
Kapan Sebaiknya Jam Tangan Dibawa ke Tempat Servis?

Jika akurasi jam berubah drastis, baik menjadi terlalu cepat maupun terlalu lambat, itu tanda kuat bahwa jam membutuhkan pemeriksaan. Perubahan akurasi biasanya terjadi karena pelumasan yang mulai mengering atau adanya komponen yang tidak lagi bekerja seimbang. Kondisi ini umum terjadi pada jam automatic yang sering terkena vibrasi motor. Semakin lama dibiarkan, semakin besar potensi kerusakan pada movement.
Selain akurasi, suara tidak normal dari movement juga menjadi indikator masalah serius. Jika terdengar bunyi gesekan, ketukan tidak wajar, atau rotor yang berputar dengan suara kasar, ini menunjukkan ada bagian yang aus atau longgar. Jam yang sering menerima getaran motor biasanya lebih cepat mengalami hal ini. Pemeriksaan dini dapat mencegah kerusakan lanjutan pada komponen internal.
Munculnya embun pada kaca jam atau melemahnya kemampuan water resistance adalah tanda bahwa gasket tidak lagi kedap. Getaran motor, perubahan suhu ekstrem, atau usia pemakaian bisa membuat gasket mengendur. Jika dibiarkan, air, keringat, atau debu dapat masuk ke movement dan menyebabkan kerusakan besar. Servis pada bagian sealing menjadi wajib saat tanda ini muncul.
Setelah dipakai riding intens selama bertahun-tahun, jam tangan apa pun akhirnya membutuhkan servis menyeluruh. Komponen internal sudah bekerja keras menahan vibrasi, perubahan medan, dan kondisi cuaca saat berkendara. Walaupun terlihat normal dari luar, bagian dalam movement mungkin sudah butuh pelumasan ulang atau perbaikan kecil. Servis berkala memastikan jam tetap akurat, bersih, dan tahan lama.
Jam Tangan yang Aman

Lima brand yang dikenal memiliki konstruksi yang sangat tangguh, membuatnya mampu menghadapi vibrasi motor yang terus-menerus. Garmin, G-Shock, Alpinestars, Ducati, dan Suunto sama-sama menggunakan material kuat. Seperti carbon fiber, stainless steel berkualitas tinggi, hingga komposit militer yang dirancang untuk menahan guncangan ekstrem. Hal ini membuat jam tetap stabil meskipun dipakai di jalan kasar, tidak mudah longgar, dan tidak cepat mengalami kerusakan pada movement.
Selain kekuatan fisik, brand-brand ini juga memiliki tingkat keterbacaan tinggi yang penting bagi pengendara. Layar besar Garmin, kontras tajam pada G-Shock, jarum berluminescence pada Ducati, serta tampilan digital Suunto memastikan informasi tetap mudah dilihat sekilas tanpa mengganggu fokus berkendara. Banyak model juga hadir dengan strap nyaman dan aman, seperti rubber, komposit militer, atau silikon yang tidak mudah bergeser di bawah sarung tangan maupun jaket.
Dari sisi fungsi, kelima jam tersebut memberi nilai lebih bagi pengendara motor. Garmin hadir dengan navigasi dan lampu LED untuk keadaan darurat, G-Shock menawarkan fitur kompas dan auto time adjustment, Suunto memiliki barometer dan altimeter untuk cuaca ekstrem, sementara Alpinestars dan Ducati memberikan ketahanan tinggi dengan desain racing-inspired. Kombinasi fitur praktis dan ketahanan ekstrem inilah yang membuat lima brand tersebut sangat aman dan ideal dipakai saat riding harian maupun touring.
Kesimpulan: Apakah Jam Tangan Aman Dipakai Harian Berkendara Motor?

Jam tangan pada dasarnya aman dipakai harian saat berkendara motor, selama kondisi jam tersebut masih sehat dan tidak memiliki masalah tersembunyi. Banyak pengendara memakai jam setiap hari tanpa kendala, terutama jika mereka memilih material yang kuat, strap yang pas, dan memastikan jam tidak memiliki kerusakan sebelumnya. Dengan pemilihan yang tepat, sebagian besar jam mampu menghadapi aktivitas riding normal.
Hal yang sering disalahpahami adalah anggapan bahwa getaran motor selalu menjadi penyebab utama kerusakan jam. Faktanya, risiko terbesar justru datang dari kondisi internal jam itu sendiri. Seperti gasket yang sudah melemah, crown yang sering terbuka, hingga movement yang lama tidak diservis. Lingkungan ekstrem seperti hujan deras, panas tinggi, dan debu juga lebih berpengaruh dibanding vibrasi mesin motor modern yang relatif halus.
Kesimpulannya, memakai jam tangan saat berkendara motor aman selama jam dirawat dengan baik dan dilakukan servis rutin. Pengendara hanya perlu memperhatikan kondisi jam, menghindari paparan ekstrem berlebihan, serta memastikan komponen seperti crown dan gasket tetap rapat. Dengan perawatan yang benar, jam akan tetap akurat, awet, dan tidak mudah rusak meski digunakan setiap hari di jalanan.
Cek Jam Tangan Anda di TIK-TOK Watch Repair

Untuk Anda yang memakai jam tangan saat berkendara setiap hari, langkah penting agar jam tetap tahan terhadap getaran maupun perubahan cuaca adalah menjaga gasket. Rutinitas riding dapat mempercepat keausan komponen kecil, terutama jika jam sudah lama tidak diservis. Karena itu, pengecekan berkala sangat disarankan agar performa jam tetap stabil dalam jangka panjang.
TIK-TOK Watch Repair menyediakan layanan lengkap seperti pengecekan akurasi, water resistance test, dan pemeriksaan movement untuk memastikan setiap komponen bekerja sebagaimana mestinya. Dengan alat modern dan pengalaman teknisi yang terlatih, jam Anda diperiksa secara menyeluruh sehingga potensi kerusakan dapat dideteksi sebelum menjadi masalah besar. Ini sangat penting terutama bagi pengguna motor yang memakai jam setiap hari dalam berbagai kondisi jalan.
Jika Anda ingin jam tetap sehat, aman dipakai riding, dan tetap presisi meski menghadapi getaran motor, percayakan proses perawatannya pada TIK-TOK Watch Repair. Perawatan rutin di TIK-TOK Watch Repair membantu jam Anda tetap awet, nyaman dipakai, dan tetap tampil maksimal kapan pun Anda berkendara.
